Apa Itu SKD CPNS? Materi TWK, TIU, TKP, Sistem Nilai, dan Cara Perangkingan
Diperbarui 7 November 2026
SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) adalah tes pertama setelah seleksi administrasi pada seleksi CPNS. Format yang sama juga dipakai pada seleksi sekolah kedinasan. SKD diselenggarakan dengan CAT BKN (Computer Assisted Test), sehingga soal dikerjakan di komputer dan nilai bisa langsung terlihat begitu ujian selesai.
Catatan penting: Kami bukan situs resmi pemerintah. Format dan nilai ambang batas di artikel ini diambil dari keputusan KemenPANRB periode terakhir, yaitu KepmenPANRB 321/2024 untuk CPNS 2024 dan KepmenPANRB 406/2026 untuk sekolah kedinasan 2026. Ketentuan untuk periode berikutnya ditetapkan lewat keputusan baru, jadi cek selalu pengumuman resmi.
Tiga subtes dalam SKD
TWK — Tes Wawasan Kebangsaan
TWK menilai penguasaan dan penerapan lima aspek:
- Nasionalisme: mengutamakan kepentingan nasional dengan tetap menjaga identitas bangsa.
- Integritas: kejujuran, ketangguhan, komitmen, dan konsistensi.
- Bela negara: peran aktif mempertahankan eksistensi bangsa dan negara.
- Pilar negara: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
- Bahasa negara: kedudukan dan penggunaan bahasa Indonesia.
TIU — Tes Intelegensia Umum
TIU mengukur kemampuan bernalar dalam tiga kelompok:
- Verbal: analogi, silogisme, dan analitis.
- Numerik: berhitung, deret angka, perbandingan kuantitatif, dan soal cerita.
- Figural: analogi gambar, ketidaksamaan, dan serial gambar.
TKP — Tes Karakteristik Pribadi
TKP menilai kecenderungan sikap dan perilaku kerja pada enam aspek: pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, dan anti radikalisme. Soalnya berupa situasi kerja dengan beberapa pilihan respons.
Jumlah soal, waktu, dan sistem nilai
| Subtes | Jumlah soal | Jawaban benar | Salah atau kosong | Nilai maksimal |
|---|---|---|---|---|
| TWK | 30 | 5 | 0 | 150 |
| TIU | 35 | 5 | 0 | 175 |
| TKP | 45 | Setiap opsi bernilai 1–5 | Kosong 0 | 225 |
| Total | 110 | 550 |
Waktu pengerjaannya 100 menit untuk semua subtes. Pada CPNS 2024, pelamar disabilitas sensorik netra yang melamar kebutuhan khusus disabilitas mendapat waktu 130 menit.
Ada tiga hal penting dari tabel ini:
- Tidak ada nilai minus. Jawaban salah pada TWK dan TIU bernilai 0, sama seperti tidak menjawab. Jadi, jangan biarkan satu soal pun kosong.
- Di TKP, semua opsi punya nilai. Opsi terbaik bernilai 5 dan opsi terlemah bernilai 1. Mengosongkan soal TKP berarti kehilangan minimal 1 poin.
- TKP menyumbang porsi nilai terbesar, yaitu 225 dari 550. Satu soal TWK atau TIU bernilai 5 atau 0, sedangkan soal TKP memberi nilai bertingkat. Selisih 1–2 poin per soal TKP jadi cepat menumpuk.
Nilai ambang batas (passing grade)
Nilai ambang batas adalah nilai minimal yang wajib dipenuhi. Untuk formasi umum, setiap subtes punya batasnya sendiri, sehingga nilai total yang tinggi tidak bisa menutup satu subtes yang kurang.
| Seleksi | Kategori | Ambang batas |
|---|---|---|
| CPNS 2024 | Umum dan putra/putri Kalimantan | TWK 65, TIU 80, TKP 166 |
| CPNS 2024 | Cumlaude dan diaspora | Total minimal 311 dan TIU minimal 85 |
| CPNS 2024 | Disabilitas, putra/putri Papua, putra/putri daerah tertinggal | Total minimal 286 dan TIU minimal 60 |
| Kedinasan 2026 | Umum | TWK 65, TIU 80, TKP 156 |
| Kedinasan 2026 | Peserta afirmasi daerah tertentu | Total minimal 281 dan TIU minimal 55 |
Agar lebih konkret, ambang batas umum itu setara dengan:
- TWK 65 = minimal 13 soal benar dari 30.
- TIU 80 = minimal 16 soal benar dari 35.
- TKP 166 = rata-rata sekitar 3,7 poin per soal dari 45 soal. Untuk kedinasan 2026, TKP 156 setara rata-rata sekitar 3,5 poin per soal.
Pada CPNS 2024, KemenPANRB juga mengatur bahwa nilai SKD berlaku sampai seleksi PNS satu periode berikutnya. Jika peserta mengikuti seleksi pada periode berikutnya, nilai SKD lamanya tidak berlaku lagi. Apakah ketentuan serupa dipakai lagi, tunggu pengumuman resmi.
Cara kerja perangkingan
Lolos ambang batas baru tiket awal. Persaingan sebenarnya terjadi di peringkat. Menurut PermenPANRB 6/2024:
- Peserta yang memenuhi ambang batas diurutkan dari nilai SKD tertinggi dalam formasi yang sama.
- Yang dipanggil ke SKB paling banyak 3 kali jumlah kebutuhan formasi. Jika satu jabatan butuh 2 orang, maksimal 6 peserta teratas yang lanjut.
- Jika nilai total sama di batas peringkat, urutannya ditentukan berdasarkan nilai TKP, lalu TIU, lalu TWK. Jika masih sama, semuanya diikutkan SKB.
- Nilai akhir dihitung dari SKD 40% dan SKB 60%. Jadi nilai SKD tetap ikut menentukan sampai pengumuman akhir.
Artinya, di formasi yang peminatnya banyak, nilai yang hanya sedikit di atas ambang batas sering belum cukup untuk masuk SKB. Gunakan ambang batas sebagai batas bawah, bukan target.
Strategi waktu saat ujian
100 menit untuk 110 soal berarti rata-rata sekitar 54 detik per soal. Waktu itu tidak dibagi rata. Berikut cara membaginya:
| Subtes | Waktu yang disarankan | Alasan |
|---|---|---|
| TWK (30 soal) | 20–25 menit | Banyak soal hafalan dan pemahaman yang bisa dijawab cepat |
| TKP (45 soal) | 25–30 menit | Soal panjang tetapi tidak perlu hitungan |
| TIU (35 soal) | 40–45 menit | Numerik dan figural butuh waktu paling banyak |
| Cadangan | 5 menit | Mengecek soal yang belum terjawab |
Tips praktis:
- Kerjakan dalam dua putaran. Di putaran pertama, jawab soal yang yakin dan tandai yang ragu. Di putaran kedua, kembali ke soal yang ditandai.
- Batasi waktu per soal. Jika satu soal TIU sudah lebih dari 2 menit, pilih jawaban terbaik, tandai, lalu lanjut.
- Urutan pengerjaan tidak harus TWK, TIU, lalu TKP. Banyak peserta memulai dari subtes yang paling mereka kuasai untuk membangun ritme. Uji urutan terbaikmu saat tryout, lalu pakai urutan yang sama di hari ujian.
- Lima menit terakhir untuk mengisi soal kosong. Karena salah tidak mengurangi nilai, pastikan tidak ada soal yang terlewat.
- Pantau nilai per subtes saat tryout, bukan hanya total. Subtes yang paling sering di bawah ambang batas adalah prioritas belajarmu.
Ringkasan
- SKD terdiri atas TWK, TIU, dan TKP dengan total 110 soal dalam 100 menit dan nilai maksimal 550.
- Tidak ada nilai minus. Di TKP, setiap opsi bernilai 1–5.
- Untuk formasi umum, setiap subtes harus melewati ambang batasnya.
- Yang lanjut ke SKB adalah peringkat teratas, paling banyak 3 kali kebutuhan formasi.
- Ketentuan bisa berubah setiap periode, jadi cocokkan selalu dengan keputusan KemenPANRB terbaru di SSCASN.
